Amanah Untuk Seorang Putri June 2, 2007
Posted by tia putri in cerita si putri.1 comment so far
“….. selamat ukhti, sekarang anti sudah resmi jadi ustadzah di TPQ….’’ Subhanallah, hanya satu kata itu yang spontan keluar dari mulutku. Dan selanjutnya tiba2 berkecamuk berbagai rasa. senang itu pasti. Tapi rasa itu kemudian diliputi rasa khawatir. Khawatir akan diriku sendiri. Bayangkan, seorang yang baru saja beranjak dewasa –ABG—harus memikul tanggung jawab yang…. masyaallah…. berat. Apakah aku sanggup? Ya allah…. tolong puput…. sekiranya inilah petunjuk yang Kau berikan agar aku bisa berubah menjadi lebih baik dan menemukan jati diri sebenarnya, aku yakin Kau kan bantu mengemban amanah ini…..
Amanah ini aku dapatkan ketika aku mengikuti training Pembekalan dan Pelatihan Pengajar TPA hari minggu, 27 Mei 2007. Aku tak nyangka kalau setelah acara ini ada pelantikan jadi guru TPA. Makanya aku agak kaget ketika tiba2 HP ku bunyi dan muncullah pesan itu…..
Tugas yang tidak main2, menurutku. Karena ketika kita bisa bener2 total mengerjakannya, maka tumbuhlah benih2 penerus Islam dengan subur. Bukankah yang akan di ajar adalah anak2 kecil yang nantinya menjadi pengganti kita? Anak 2 yang masih begitu segar otaknya, yang menurut psikologi anak memori otaknya masih banyak yang kosong. So….
Jadilah guru yang baik put…. guru yang baik itu yang bisa jadi teladan bagi anak didiknya. Setiap kata-kata yang keluar dari mulut akan mudah terekam dalam benak anak2 itu. Begitu juga sikap dan tingkah laku yang ada dalam diri. Jadi kata2 dan tingkah laku harus benar2 terjaga. Bukan bermaksud jaim atau apa, tapi ini latihan. Dan insyaallah nantinya akan jadi suatu kebiasaan yang bagus. Hemmmmm…. teoritis sekali ya kelihatannya. Tapi yah… emang itu harus diusahakan untuk dilaksanakan…. kan ga rugi toh? Kita untung, adek2nya juga seneng.
Menurut teori psikologi anak yang kemaren diajarkan, biasanya siswa TPA itu usia antara 3-12 tahun.. hemm masih lucu, nakal, susah diatur, dan yang pasti masih cerdas2 –masih dalam saat kritis– jadi jangan sia2kan kesempatan ini. Ajarkan sesuatu yang baik. Agar mereka nantinya bener2 kenal islam, alquran, rasulullah, dan semuanya dengan baik. Ayo berjuang put…..
Setahun di uns…… June 2, 2007
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
Yang kurasakan selama hampir setahun ini, adalah perasaan yang bercampur-campur. Tentu saja ada rasa senang, sedih, kesal, marah, geli…. dll yang rujak bgt lah. Saat dapat pengumuman keterima UNS….. senang… tapi rasa senang itu tak murni kebahagiaan. Itu yang ku tangkap. Apalagi 27 Mei lalu terjadi gempa Jogja yang dahsyat. Jadi rasa bahagia itu seakan semu, sebagai formalitas saja. Walau begitu rasa syukur tetap ku panjatkan ke hadirat Allah swt. Harus itu…. kan atas ijinNYA ku bisa dapat sekolahan. Selain karena gempa, ku masih merasakan kesedihan yang begitu mendalam (hiks) karena UM ku kandas……padahal…….hikshiks….(mungkin aku aja kali yah yang gak mikir. Ambil jurusan kok elektro. Kaya’ gak ngaca aja….)
Akhirnya setelah berkonsultasi kesana kemari…. akhirnya ku terima UNS sebagai sekolah lanjutan ku….. dengan lapang dada…. hehehe…. tentu setelah istikharah juga loh…. mohon moga UNS emang ” jodoh ku ”… J
Kulangkahkan kaki di UNS…. dengan bismillah….bertemu banyak orang – calon temanku– sejuk kampusnya… malah temen ku bilang : UNS itu kaya’ UI; berhutan-hutan. Gak tahu deh alasan dia ngomong kaya’ gitu. Buat menyenangkan hatikah? Soalnya dia juga patah hati — gak jadi ke UI– sama kaya’ ku…..
Dan akhirnya….. setahun sudah ku jadi bagian dari keluarga besar kampus Universitas Sebelas Maret, khususnya Fakultas Teknik Jurusan Teknik Industri. Banyak kenalan, teman, sahabat, saudara….. ku selalu berharap semoga apa yang ku rasa sekarang ini adalah ketulusan….. now and forever…… nilai akademik yang ….ehm…alhamdulillah baik….bisa kuraih…. moga kedepannya bisa bertahan….amien, organisasi yang insyaallah solid, dan yang terbaru…. akhirnya ku bisa punya affiliation @ laboratorium…..subhanallah…. sesuatu yang tak pernah ku sangka. Ku percaya Allah selalu kasih hadiah termanis…..
Coba SPMB?
Ehmmmmmmmm….. kaya’nya nggak deh. Capek aku. Emang sih….sampai saat ini ku masih dalam tahap berusaha mencintai kampus ku. Apapun keadaannya. Nasionalis sama kampus boleh dong…. ku berusaha menahan diri biar gak terpengaruh suara2 aneh yang ngajak aneh2 juga. Ku gak bilang ikutan SPMB itu aneh loh…. cuman buat ku pribadi….. buat apa? Kasihan umur. Ga mau dong tua dikampus. Males juga klo harus adaptasi lagi, ospek lagi, bayar lagi…. apalagi ortu udah kasih rambu2 buat bertahan diUNS. Nah loh…. kunci utama keberhasilan aja dah gak ada….. yah toh?
Ku percaya ortu ku kasih saran yang terbaik. Malah mereka lebih bangga klo ku bisa jadi mahasiswa berprestasi dan mumpuni, walau bukan sekolah di kampus yang ”wah”. Buktikan: sukses itu bukan dari sekolahnya… tapi dari DIRI, bergantung pada diri pribadi…. ( itu yang selalu di dengung2kan ditelingaku oleh orang2 terdekat…. saat terjadi krisis kepercayaan pada diriku….)
Kadang apa yang kita anggap buruk ternyata itulah yang terbaik untuk kita. Belum tentu apa yang kita anggap baik, dimataNya dianggap baik juga. Kuncinya adalah bersyukur dan selalu positive thinking. Iya kan… iya dong…. bener kan … bener dong…. Allah itu maha adil kok. Don’t worry be happy….