wordpress n deltabintangku yang telantar………………………… June 25, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
ya ya ya…
lama2 bosen juga ngutak atik blog. apalagi klo dah over load ga bisa ngeluarin ide nulis. wiiiiiiiiiihhhh gemes. gak bisa nulis tapi pengen nulis.
btw maaf ya… wordpresku — initiaputri— dan blogspotku — deltabintang— dah telantar gak keurus blas. enakan pake multiply. loading cepet, trus lngsung bisa cross send ke blogspot. jadi gak perlu posting 2 kali utk blog yang berbeda….
kontenya juga lebih asyik. gak ribet. bener2 instant. walaupun kadg yg instan2 gak selamanya enak. kadang bikin mual juga..
yahhh kapan2 wordpressku tak benerin deh.. malah rencananya mau tak bikin posting dengan tema beda. gak lucu kan alamat web nya beda ehhh isinya sama. gak kreatif, n ngapain juga… 


klo yang delta bintang……………….
enaknya diapain yak?
ada usulan?
wordpress n deltabintangku yang telantar………………………… June 25, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
assalamualaikum……….
ya ya ya…
lama2 bosen juga ngutak atik blog. apalagi klo dah over load ga bisa ngeluarin ide nulis. wiiiiiiiiiihhhh gemes. gak bisa nulis tapi pengen nulis.
btw maaf ya… wordpresku — initiaputri— dan blogspotku — deltabintang— dah telantar gak keurus blas. enakan pake multiply. loading cepet, trus lngsung bisa cross send ke blogspot. jadi gak perlu posting 2 kali utk blog yang berbeda….
kontenya juga lebih asyik. gak ribet. bener2 instant. walaupun kadg yg instan2 gak selamanya enak. kadang bikin mual juga..
yahhh kapan2 wordpressku tak benerin deh.. malah rencananya mau tak bikin posting dengan tema beda. gak lucu kan alamat web nya beda ehhh isinya sama. gak kreatif, n ngapain juga… 


klo yang delta bintang……………….
enaknya diapain yak?
ada usulan?
ujian dah kelar… tinggal pulang June 25, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
pngnnya sebelum plg semua nilai dah keluar, biar gak dag dig dug di rumah. masa liburan pake acara spot jantung berkali2. hehehe.., ^_~
pulang yukkkkk…..
buttt klo pulang, brarti ni blog juga liburan. maklum di kampungku lum kualified inetnya. super duper lemot. biz tu dont send. behhh mending libur nulis dulu
hehehe….
Tuhan Sembilan Senti June 20, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
Tuhan Sembilan Senti
Oleh Taufiq Ismail
Indonesia adalah sorga luar biasa ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa tak tertahankan bagi orang yang tak
merokok,
Di sawah petani merokok,
di pabrik pekerja merokok,
di kantor pegawai merokok,
di kabinet menteri merokok,
di reses parlemen anggota DPR merokok,
di Mahkamah Agung yang bergaun toga merokok,
hansip-bintara-
perwira nongkrong merokok,
di perkebunan pemetik buah kopi merokok,
di perahu nelayan penjaring ikan merokok,
di pabrik petasan pemilik modalnya merokok,
di pekuburan sebelum masuk kubur orang merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup bagi orang yang
tak merokok,
Di balik pagar SMU murid-murid mencuri-curi merokok,
di ruang kepala sekolah ada guru merokok,
di kampus mahasiswa merokok,
di ruang kuliah dosen merokok,
di rapat POMG orang tua murid merokok,
di perpustakaan kecamatan ada siswa bertanya
apakah ada buku tuntunan cara merokok,
Di angkot Kijang penumpang merokok,
di bis kota sumpek yang berdiri yang duduk
orang bertanding merokok,
di loket penjualan karcis orang merokok,
di kereta api penuh sesak orang festival merokok,
di kapal penyeberangan antar pulau penumpang merokok,
di andong Yogya kusirnya merokok,
sampai kabarnya kuda andong minta diajari pula
merokok,
Negeri kita ini sungguh nirwana
kayangan para dewa-dewa bagi perokok,
tapi tempat cobaan sangat berat
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,
Di pasar orang merokok,
di warung Tegal pengunjung merokok,
di restoran di toko buku orang merokok,
di kafe di diskotik para pengunjung merokok,
Bercakap-cakap kita jarak setengah meter
tak tertahankan asap rokok,
bayangkan isteri-isteri yang bertahun-tahun
menderita di kamar tidur
ketika melayani para suami yang bau mulut
dan hidungnya mirip asbak rokok,
Duduk kita di tepi tempat tidur ketika dua orang
bergumul
saling menularkan HIV-AIDS sesamanya,
tapi kita tidak ketularan penyakitnya.
Duduk kita disebelah orang yang dengan cueknya
mengepulkan asap rokok di kantor atau di stopan bus,
kita ketularan penyakitnya.
Nikotin lebih jahat penularannya
ketimbang HIV-AIDS,
Indonesia adalah sorga kultur pengembangbiakan nikotin
paling subur di dunia,
dan kita yang tak langsung menghirup sekali pun asap
tembakau itu,
Bisa ketularan kena,
Di puskesmas pedesaan orang kampung merokok,
di apotik yang antri obat merokok,
di panti pijat tamu-tamu disilahkan merokok,
di ruang tunggu dokter pasien merokok,
dan ada juga dokter-dokter merokok,
Istirahat main tenis orang merokok,
di pinggir lapangan voli orang merokok,
menyandang raket badminton orang merokok,
pemain bola PSSI sembunyi-sembunyi merokok,
panitia pertandingan balap mobil,
pertandingan bulutangkis,
turnamen sepakbola
mengemis-ngemis mencium kaki sponsor perusahaan rokok,
Di kamar kecil 12 meter kubik,
sambil ‘ek-’ek orang goblok merokok,
di dalam lift gedung 15 tingkat
dengan tak acuh orang goblok merokok,
di ruang sidang ber-AC penuh,
dengan cueknya,
pakai dasi,
orang-orang goblok merokok,
Indonesia adalah semacam firdaus-jannatu- na’im
sangat ramah bagi orang perokok,
tapi tempat siksa kubur hidup-hidup
bagi orang yang tak merokok,
Rokok telah menjadi dewa, berhala, tuhan baru,
diam-diam menguasai kita,<span style="font-family: "Arial Narrow";
“>
Isu Glob@L WaRminG dan 1000 Tanda tangan June 8, 2008
Posted by tia putri in opini.Tags: aksi peduli, gl0obal warming, non organik, panas, sampah
1 comment so far
Aksi peduli global warming—reduce—recycle—reuse…kumpulkan 1000 tanda tangan dan teatrikal. Di Boulevard UNS, dan Gladak Ska, 2-3 Juni 2008.
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Adakah hubungan antara peduli global warming dengan hanya 1000 tanda tangan???Yang benar saja. Maksudnya apa c?
Setahu saya, peduli global warming membutuhkan aksi nyata seperti tanam pohon, gak buang sampah sembarangan, jalan kaki—mengurangi pemakaian kendaraan, mengurangi pemakaian tisu dan kertas,,, itu kalau saya gak salah baca loh ya.
Terus terang baru pertama kali saya tahu ada yang bikin aksi peduli kayak gitu. Kalau dalam penelitian, hipotesis nolnya diterima tuh, artinya gak ada hubungan.
Analisis nih ya… 1000 tanda tangan sama artinya dengan kertas yang panjang dan besar, tinta pulpen yang banyak. Kertas diasumsikan dengan tisu toilet,,, salah satu penyebab global warming. Tinta pulpen pun demikian. Bahan kimia—nonorganik. Setelah kertas yang besar itu penuh tanda tangan trus mau diapain ya? Dimusiumkan? Apa iya sih museum rekor muri mau nampung? Atau ada sebagian dari peserta yang mau menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Klo pulpen tuh dah abis buat bikin tanda tangan maka hasilnya adalah SAMPAH=diBUANG. It’s mean, semakin nambah jumlah sampah anorganik. Padahal global warming salah satunya disebabkan oleh SAMPAH yang GAK BISA DIMUSNAHKAN. Nah loh…
Satu lagi hubungan teatrikal dengan isu global warming itu apa ya? Saya orang awam sih, so gak ngerti tuh sangkut pautnya global warming ma teater. Yang saya tau Cuma ada teater dengan tema global warming. Nah..pertanyaan selanjutnya adalah: apa iya setelah ngadain teater di tengah jalan global warming akan tercegah atau terkurangi?
Bumi ini butuh aksi nyata. Bukan hanya gombalisme dan NATO—no action talk only. Da (more…)
Minggu tenang?? June 8, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
Minggu tenang?? Ya hahaha… lucu… ( satire) ternyata gak ada. Seperti biasa mata kuliah belum pada kelar dan tugas malah makin numpuk. Malah ada yang mulai praktikum di minggu yang harusnya tenang ini. Teknik.. teknik… begitulah. Yang ada malah minggu tegang.
Minggu tenang=Kuliah numpuk… dua faktor c… pertama: dosennya kebanyakan absen, karena berbagai kesibukan yang sulit ditinggalkan sehingga : kuliah ditunda dihari lain. Nah digunakanlah minggu pada detik-detik menjelang UAS untuk mengejar ketertinggalan materi. Kedua: mahasiswanya banyakan nelat, atau gak masuk karena “suatu kesibukkan” yang dianggap lebih prioritas. Sehingga dosennya marah dan akibatnya: kuliah dikosongkan. Sehingga: mahasiswa memohon agar diadakan kuliah tambahan karena materi ujian lebih dari yang diajarkan.
Tapi sebenarnya yang sering terjadi dan kualami adalah: maaf—dosen yang kadang hadir kadang gak. Sehingga permintaan diadakannya kuliah tambahan seringkali berasal dari dosen. ( btw mana ada sih mahasiswa yang minta ada kuliah tambahan, apalagi klo sampai ” mengganggu’ libur/ pulang sang mahasiswa… hehehe…). bagiku ada atau tidaknya kuliah tambahan gak begitu membuat hidupku jadi gimana gitu… biasa aja. Ada ya dijalani, gak ada ya… pulang kampung. Wkwkwkwk… maunya begitu. Tapi wong ada kuliah ya sudah ikuti saja dengan hati lapang dan ikhlas. Toh itu untuk aku sendiri. Si dosen mah gak ngefek. Wong mereka dah lebih pintar. Mereka kasian aja melihat kita belum tuntas dapat ilmunya. So betapa mulia mereka sesungguhnya. Rela membagi waktu demi kebutuhan akademis kita… subhanallah kan.
So that, intinya ada gak ada minggu tenang ya disyukuri saja. Gak perlu “neti” negatif thinking. Toh abiz UAS ada libur panjang hampir dua bulan kan///
bangkit itu… AYO!!!! June 8, 2008
Posted by tia putri in opini.add a comment
Pertama maaf, mengutip kata-kata dalam lklan yang dibawakan Dedy Mizwar:
Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senanG
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu meminta melulu
Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku
Aku untuk indonesiaku
Nah gitu dong… ayo semangat!!! kita generasi muda harus bangkit mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang. Ayo eksplor sesuatu yang positif dari dalam diri kita. Seumpama kita dari teknik,, ayo bikin suatu perancangan berbasis teknik sebagai solusi masalah di negeri kita, misal mengembangkan bahan bakar alternatif sbgi pengganti bahan bakar fosil, rancangan jalur transportasi sehingga mengurangi kemacetan, cari solusi penanganan limbah nonorganik, buat rancangan sistem kerja yang nyaman, merancang bagaimana mengatur distribusi listrik negara lebih optimal tanpa menambah pengeluaran negara, dll.
Yah kalau itu masih jauh dari alam pikir kita, setidaknya ayo kita harus selalu siap belajar agar apa2 yang tadinya belum tahu jadi tahu. So bisa deh bikin suatu solusi demi kemajuan negeri ini. (more…)
Isu Glob@L WaRminG dan 1000 Tanda tangan June 8, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
Aksi peduli global warming—reduce—recycle—reuse…kumpulkan 1000 tanda tangan dan teatrikal. Di Boulevard UNS, dan Gladak Ska, 2-3 Juni 2008.
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Adakah hubungan antara peduli global warming dengan hanya 1000 tanda tangan???Yang benar saja. Maksudnya apa c?
Setahu saya, peduli global warming membutuhkan aksi nyata seperti tanam pohon, gak buang sampah sembarangan, jalan kaki—mengurangi pemakaian kendaraan, mengurangi pemakaian tisu dan kertas,,, itu kalau saya gak salah baca loh ya.
Terus terang baru pertama kali saya tahu ada yang bikin aksi peduli kayak gitu. Kalau dalam penelitian, hipotesis nolnya diterima tuh, artinya gak ada hubungan.
Analisis nih ya… 1000 tanda tangan sama artinya dengan kertas yang panjang dan besar, tinta pulpen yang banyak. Kertas diasumsikan dengan tisu toilet,,, salah satu penyebab global warming. Tinta pulpen pun demikian. Bahan kimia—nonorganik. Setelah kertas yang besar itu penuh tanda tangan trus mau diapain ya? Dimusiumkan? Apa iya sih museum rekor muri mau nampung? Atau ada sebagian dari peserta yang mau menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Klo pulpen tuh dah abis buat bikin tanda tangan maka hasilnya adalah SAMPAH=diBUANG. It’s mean, semakin nambah jumlah sampah anorganik. Padahal global warming salah satunya disebabkan oleh SAMPAH yang GAK BISA DIMUSNAHKAN. Nah loh…
Satu lagi hubungan teatrikal dengan isu global warming itu apa ya? Saya orang awam sih, so gak ngerti tuh sangkut pautnya global warming ma teater. Yang saya tau Cuma ada teater dengan tema global warming. Nah..pertanyaan selanjutnya adalah: apa iya setelah ngadain teater di tengah jalan global warming akan tercegah atau terkurangi?
Bumi ini butuh aksi nyata. Bukan hanya gombalisme dan NATO—no action talk only. Dan aksi tentang global warming gak perlu pake teriak2 gak karuan, turun ke jalan, nambah kerjaan pak polisi, dan bikin macet jalanan. Aksi global warming tuh benar2 sebuah kegiatan konkret untuk mencegah, atau paling gak mengulur waktu agar global warming gak semakin parah. Seperti yang saya bilang diatas kepedulian kita terhadap bumi ini misalnya: tidak membuang sampah sembarangan, menjaga tanaman disekitar kita tetap hijau(hidup), mengurangi penggunaan barang2 yang berpotensi sebagai penyebab parahnya GW, bikin kegiatan menanam pohon bersama disekitar kita, memanfaatkan barang2 bekas yang masih pantas agar lebih layak pakai, pokoknya praktikan ” reduce, recycle, dan re-use”.
Dan tentu saja itu gak akan terjadi tanpa adanya kesadaran dari diri kita sendiri, so that, mulailah dari yang kecil dan sepele, mulai dari sekarang juga dan yang pasti mulailah dari diri kita sendiri.
Lets save our beloved earth….
sekedar celoteh dari orang awam, bisa diterima bisa juga gak
– gustitia putri/i0306003–
minggu tenang di teknik? adakah?? June 8, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.add a comment
Minggu tenang?? Ya hahaha… lucu… ( satire) ternyata gak ada. Seperti biasa mata kuliah belum pada kelar dan tugas malah makin numpuk. Malah ada yang mulai praktikum di minggu yang harusnya tenang ini. Teknik.. teknik… begitulah. Yang ada malah minggu tegang.
Minggu tenang=Kuliah numpuk… dua faktor c… pertama: dosennya kebanyakan absen, karena berbagai kesibukan yang sulit ditinggalkan sehingga : kuliah ditunda dihari lain. Nah digunakanlah minggu pada detik-detik menjelang UAS untuk mengejar ketertinggalan materi. Kedua: mahasiswanya banyakan nelat, atau gak masuk karena “suatu kesibukkan” yang dianggap lebih prioritas. Sehingga dosennya marah dan akibatnya: kuliah dikosongkan. Sehingga: mahasiswa memohon agar diadakan kuliah tambahan karena materi ujian lebih dari yang diajarkan.
Tapi sebenarnya yang sering terjadi dan kualami adalah: maaf—dosen yang kadang hadir kadang gak. Sehingga permintaan diadakannya kuliah tambahan seringkali berasal dari dosen. ( btw mana ada sih mahasiswa yang minta ada kuliah tambahan, apalagi klo sampai ” mengganggu’ libur/ pulang sang mahasiswa… hehehe…). bagiku ada atau tidaknya kuliah tambahan gak begitu membuat hidupku jadi gimana gitu… biasa aja. Ada ya dijalani, gak ada ya… pulang kampung. Wkwkwkwk… maunya begitu. Tapi wong ada kuliah ya sudah ikuti saja dengan hati lapang dan ikhlas. Toh itu untuk aku sendiri. Si dosen mah gak ngefek. Wong mereka dah lebih pintar. Mereka kasian aja melihat kita belum tuntas dapat ilmunya. So betapa mulia mereka sesungguhnya. Rela membagi waktu demi kebutuhan akademis kita… subhanallah kan.
So that, intinya ada gak ada minggu tenang ya disyukuri saja. Gak perlu “neti” negatif thinking. Toh abiz UAS ada libur panjang hampir dua bulan kan///