i miss my dad, i want to go home! September 25, 2008
Posted by tia putri in cerita si putri.trackback
Akhir2 ini tia lagi,,sensitivitas tinggi,, tiba2 jadi sering kasihan dan tak tega melihat sesuatu. Dan kegiatan baru adalah jadi sering merenung…
Tia gak tega klo liat ada bapak2 (seumuran ma bapaknya tia ) yang kerjanya gak begitu prospek, misalnya tukang tambal ban keliling, tukang siomay, penjual sepatu keliling, apalagi tukang reparasi payung dan buruh2.
Tia gak bisa membayangkan betapa kecilnya pendapatan meraka setiap harinya,, padahal pasti dirumahnya ada istri dan anak2nya lagi nungguin,, berapa sih upah untuk tukang tambal keliling? Apalagi yang mangkal di kampus, yang konsumennya mahasiswa kos2an yang juga cupet keuangannya? Dapat 5rb saja mungkin dia sangat bersyukur ya… hiksss padahal sekarang apa2 mahal. Bagaimana menghidupi keluarganya ya?
Lain lagi klo penjual sepatu keliling. Bayangkan!! Bapak2 umur 45-50an jalan kaki menyusuri kampung2 dengan membawa tas cangklong yang gedhe+berat tempat dia meletakkan barang dagangannya. Mana klo di Solo suasana siang hari panas bgt lagi… apalagi ditambah puasa2. hiksss !!tak bisa ku bayangkan betapa lelahnya dia. Belum lagi kalo tak satupun dagangannya laku… mau kasih makan apa ya buat istri dan anak2nya?
Saking tak teganya klo liat yang begitu, tia hanya bisa nunduk sambil nglirik dikit. Sambil berucap doa dan syukur, klo keluarga tia masih banyak lebihnya dibanding mereka… tia gak bisa bayangkan seandainya bapak tia adalah bagian dari mereka, hikss hikss, mungkin detik ini tia gak kuliah, bisa saja malah ikutan kerja keliling2 kampung…
Tapi tia salut loh dengan usaha mereka,,, apapun mereka lakukan asal halal, tentunya demi orang2 yang dicintainya kan? Semoga Allah selalu menjaga mereka dalam naungan islam, dan juga memudahkan rezeki mereka… amien..,
Alhamdulillah, bapak tia diberi pekerjaan sebagai guru sama Allah, yah walaupun gaji guru juga Cuma seperti itu, tapi tia sangat bersyukur, bapak masih bisa biayai tia kuliah,, tia sayang bapak…!
Tia gak tega klo liat ada bapak2 (seumuran ma bapaknya tia ) yang kerjanya gak begitu prospek, misalnya tukang tambal ban keliling, tukang siomay, penjual sepatu keliling, apalagi tukang reparasi payung dan buruh2.
Tia gak bisa membayangkan betapa kecilnya pendapatan meraka setiap harinya,, padahal pasti dirumahnya ada istri dan anak2nya lagi nungguin,, berapa sih upah untuk tukang tambal keliling? Apalagi yang mangkal di kampus, yang konsumennya mahasiswa kos2an yang juga cupet keuangannya? Dapat 5rb saja mungkin dia sangat bersyukur ya… hiksss padahal sekarang apa2 mahal. Bagaimana menghidupi keluarganya ya?
Lain lagi klo penjual sepatu keliling. Bayangkan!! Bapak2 umur 45-50an jalan kaki menyusuri kampung2 dengan membawa tas cangklong yang gedhe+berat tempat dia meletakkan barang dagangannya. Mana klo di Solo suasana siang hari panas bgt lagi… apalagi ditambah puasa2. hiksss !!tak bisa ku bayangkan betapa lelahnya dia. Belum lagi kalo tak satupun dagangannya laku… mau kasih makan apa ya buat istri dan anak2nya?
Saking tak teganya klo liat yang begitu, tia hanya bisa nunduk sambil nglirik dikit. Sambil berucap doa dan syukur, klo keluarga tia masih banyak lebihnya dibanding mereka… tia gak bisa bayangkan seandainya bapak tia adalah bagian dari mereka, hikss hikss, mungkin detik ini tia gak kuliah, bisa saja malah ikutan kerja keliling2 kampung…
Tapi tia salut loh dengan usaha mereka,,, apapun mereka lakukan asal halal, tentunya demi orang2 yang dicintainya kan? Semoga Allah selalu menjaga mereka dalam naungan islam, dan juga memudahkan rezeki mereka… amien..,
Alhamdulillah, bapak tia diberi pekerjaan sebagai guru sama Allah, yah walaupun gaji guru juga Cuma seperti itu, tapi tia sangat bersyukur, bapak masih bisa biayai tia kuliah,, tia sayang bapak…!
Comments»
No comments yet — be the first.