FILM Kambing Jantan : OPINI GW September 29, 2009
Posted by tia putri in opini.Tags: kambing jantan
4 comments
Gw dah lama bgt ga ngeblog ni… berhubung kmrn uas jadi ya libur dulu. Sekaligus lagi ga ada ide buat nulis. Ni juga aslinya bingung. But karna ga da kerjaaan yaudah nulis ajah. Kmrn baru nonton film aneh tapi lumayan.
Seenggaknya pernah nonton lah. Film KAMBING JANTAN ( ** biarin, emang baru sempet nonton sekarang ). Hummm… jadi gtu to klo kuliah di LN gak mesti anak hebat, jenius, cerdas… tapi asal ada duit juga jalan. Walaupun yang kuliah di luar dengan modal otak dan kecerdasan banyak banget c… tapi menurutku yang lebih “in” dari film ini : baiknya emang klo mau kuliah tu adalah hasil ide sendiri, bukan karena paksaan dari siapapun. Bukan pula karena paksaan gengsi yang menggebu2 dalam diri sendiri. Harus didasari oleh keminatan dan dilandasi oleh kemampuan, tentunya kemampuan otak dan financial. Agar lancar semua. Jangan hanya modal keren tapi ntarnya malah gak bias napas… huksss hukss… ini berdasarkan riset nyata lohh…
Hal kedua yang gw tangkep dari film ini : emmm klo emang gak bias LDR ya gak usah dijalanin. Putusin ajah. Atau lebih gentle nya nikahin aja. Rampung too… hehehe ( * gak segampang itu putt… ). Iya sih tau tau,,, berat bgt emang mau milih yang ennoo atau pilih ortu.. klo cewek yang baik mah pasti akan dukung buat kebaikan kita… ( maksudnya cowokny). Klo gw ya milih ortu dulu lahhh… yang bayarin sekolah je… tapi di Film ni, gw anggep lumayan walau akhirnya berakhir aneh.
Yang ketiga,,, klo kamu yang jadi kambing mau pilih mana kuliah FK di UI atau Finance di Australi? Huuuuhuuuuwww…… gw tau km lagi kebingungan pilih kan??? Sama… mana ortu mau biaya-in semua lagi, ya otak masih punya, wueeehhh asooy bener ya…
Stoppp berandai-andai. Yang boleh adalah berencana, bermimpi trus berikhtiar dan akhirnya kita pasrahin pada Allah ta’ala…
Semoga kita selalu diberi yang terbaik… aminn
sikap sok2an May 21, 2009
Posted by tia putri in opini.add a comment
Sok suci
Sok cool
Sok tahu
Sok cantik
Sok ganteng
Sok pinter
Sok imut
Semua segala yang sok
Males banget. Kaya gak punya jati diri aja. Bertopeng cuma buat nutupin kekurangan. Berbohong pada diri sendiri dan orang lain. Berusaha menghibur diri tapi maksa. Untuk apa? Cari tenar?
Jalan gayanya sok cantik, sok cakep. Foto sok cool.
Terutama ini nih yang lagi demam— nasehatin orang dengan gaya sok pinter, sok suci, sok yes.
Lewat tulisan ini jangan diartikan saya anti nasehat menasehati…. karena saling menasehati dan memberi peringatan dalam hal kebaikan adalah keharusan. It a must thing to do!! Tapi harus tetap dengan cara dan sopan santun yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan kepribadian sang target. Jangan sampai menasehati orang lain agar lebih baik malah bikin orang itu sebel sama kita. Atau jangan sampai ketika kita menasehati seseorang, malah kita gak mengerjakan seperti apa yang kita sampaikan ke orang itu. Jadi hilang donk esensi nasehat menasehatinya.
Esensi saling menasehati adalah… apa yang kita sampaikan bukan hanya kepada orang lain. But itu juga mesti kena ke diri kita. Apa yang disampaiakan juga mesti kita kerjakan, jadi gak sia2 n gak dianggap sok2an. Bukankah menasehati yang baik adalah dengan cara memberi contoh secara langsung?
ayo senyum…. September 19, 2008
Posted by tia putri in opini.Tags: Add new tag
add a comment
senyum pepsoden… ! ajaran yang baik… iya tidak???
Tersenyumlah…
Dan semua akan terasa indah
Akan ada kebahagiaan walau mungkin Cuma setitik
Satu hal yang tak mahal tapi sangat indah. Bahkan satu senyuman adalah satu sedekah yang bernilai pahala ( senyum pada tempatnya loh ya…).
Kata guruku sebuah senyuman melibatkan tak kurang dari 5 otot utama di sekitar mulut dan 48 otot lain di sekitar wajah dan leher. Hasil akhirnya, adalah bagaimana Anda bagi orang lain.
Senyum tidak hanya menentukan ekspresi wajah, melainkan juga membuat otak memprodusir hormon endorphin. Hormon ini menurut ilmu medis, memiliki khasiat yang bisa mengurangi rasa sakit secara fisik dan secara psikis. Itu sebabnya ada ungkapan “senyum itu sehat”. Begitu pula, otot yang berkontraksi saat kita tersenyum, jauh lebih sedikit dari pada otot yang berkontraksi saat kita marah. Maka lahirlah pepatah, “jangan marah nanti cepat tua”.
Otot yang berkontraksi karena sebuah senyuman, jumlahnya lebih sedikit daripada otot yang digunakan untuk marah. Jadi, senyum itu mudah dan murah.
Senyum yang dipaksakan alias senyum palsu, tetap bisa melahirkan rasa bahagia. Ini, masih lebih baik ketimbang marah, sedih, atau kecewa. Maka tersenyumlah sebisanya.
Jika Anda merasa kurang percaya diri, sering-seringlah tersenyum. Itu akan menaikkan rasa percaya diri Anda. Bagaimana menciptakan senyum kembali jika itu sudah lama Anda buang? Berbuat kreatiflah untuk diri sendiri. Cepat atau lambat, Anda akan menemukan senyuman Anda. Jika Anda memang sulit tersenyum lagi karena kelewat sedih, ikuti tips kepepet Saya berikut ini.
Bisa tersenyum untuk kegagalan, kesedihan, dan kekonyolan Anda di masa lalu, adalah salah satu resep bertahan hidup dan mencapai kebahagiaan. Tersenyum itu pada dasarnya murah dan ia bisa menjadi sedekah.
Saya murah senyum kok… ^_^
Isu Glob@L WaRminG dan 1000 Tanda tangan June 8, 2008
Posted by tia putri in opini.Tags: aksi peduli, gl0obal warming, non organik, panas, sampah
1 comment so far
Aksi peduli global warming—reduce—recycle—reuse…kumpulkan 1000 tanda tangan dan teatrikal. Di Boulevard UNS, dan Gladak Ska, 2-3 Juni 2008.
???????????????????????????????????????????????????????????????????????????????
Adakah hubungan antara peduli global warming dengan hanya 1000 tanda tangan???Yang benar saja. Maksudnya apa c?
Setahu saya, peduli global warming membutuhkan aksi nyata seperti tanam pohon, gak buang sampah sembarangan, jalan kaki—mengurangi pemakaian kendaraan, mengurangi pemakaian tisu dan kertas,,, itu kalau saya gak salah baca loh ya.
Terus terang baru pertama kali saya tahu ada yang bikin aksi peduli kayak gitu. Kalau dalam penelitian, hipotesis nolnya diterima tuh, artinya gak ada hubungan.
Analisis nih ya… 1000 tanda tangan sama artinya dengan kertas yang panjang dan besar, tinta pulpen yang banyak. Kertas diasumsikan dengan tisu toilet,,, salah satu penyebab global warming. Tinta pulpen pun demikian. Bahan kimia—nonorganik. Setelah kertas yang besar itu penuh tanda tangan trus mau diapain ya? Dimusiumkan? Apa iya sih museum rekor muri mau nampung? Atau ada sebagian dari peserta yang mau menyimpannya sebagai kenang-kenangan. Klo pulpen tuh dah abis buat bikin tanda tangan maka hasilnya adalah SAMPAH=diBUANG. It’s mean, semakin nambah jumlah sampah anorganik. Padahal global warming salah satunya disebabkan oleh SAMPAH yang GAK BISA DIMUSNAHKAN. Nah loh…
Satu lagi hubungan teatrikal dengan isu global warming itu apa ya? Saya orang awam sih, so gak ngerti tuh sangkut pautnya global warming ma teater. Yang saya tau Cuma ada teater dengan tema global warming. Nah..pertanyaan selanjutnya adalah: apa iya setelah ngadain teater di tengah jalan global warming akan tercegah atau terkurangi?
Bumi ini butuh aksi nyata. Bukan hanya gombalisme dan NATO—no action talk only. Da (more…)
bangkit itu… AYO!!!! June 8, 2008
Posted by tia putri in opini.add a comment
Pertama maaf, mengutip kata-kata dalam lklan yang dibawakan Dedy Mizwar:
Bangkit itu susah
Susah melihat orang lain susah
Senang melihat orang lain senanG
Bangkit itu malu
Malu jadi benalu
Malu meminta melulu
Bangkit itu marah
Marah bila martabat bangsa dilecehkan
Bangkit itu takut
Takut korupsi
Takut makan yang bukan haknya
Bangkit itu mencuri
Mencuri perhatian dunia dengan prestasi
Bangkit itu tidak ada
Tidak ada kata menyerah
Tidak ada kata putus asa
Bangkit itu aku
Aku untuk indonesiaku
Nah gitu dong… ayo semangat!!! kita generasi muda harus bangkit mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil dan mulai dari sekarang. Ayo eksplor sesuatu yang positif dari dalam diri kita. Seumpama kita dari teknik,, ayo bikin suatu perancangan berbasis teknik sebagai solusi masalah di negeri kita, misal mengembangkan bahan bakar alternatif sbgi pengganti bahan bakar fosil, rancangan jalur transportasi sehingga mengurangi kemacetan, cari solusi penanganan limbah nonorganik, buat rancangan sistem kerja yang nyaman, merancang bagaimana mengatur distribusi listrik negara lebih optimal tanpa menambah pengeluaran negara, dll.
Yah kalau itu masih jauh dari alam pikir kita, setidaknya ayo kita harus selalu siap belajar agar apa2 yang tadinya belum tahu jadi tahu. So bisa deh bikin suatu solusi demi kemajuan negeri ini. (more…)
…kecerdasan itu seperti halnya kebodohan… April 21, 2008
Posted by tia putri in opini.Tags: afektif, cerdas, kognitif, laskar pelangi, psikomotorik
add a comment
Sudah baca Laskar Pelangi? Itu loh buku yang katanya “a must read book”.belum?? ya kapan-kapan coba bac
a ya… bagus deh. Gak nyesel.
Hal menarik yang menggelitik otak dan perasaanku adalah ini:
….Jika hati kita tulus berada didekat orang berilmu, kita akan disinari pancaran pencerahan, karena seperti halnya kebodohan, kepintaran pun sesungguhnya demikian mudah menular… [ laskar pelangi hal.111]
Percaya itu tidak? Sama gak sih dengan peribahasa ini: ”dekatlah dengan orang yang harum, maka kita juga akan tertular wanginya..” (more…)
multiply gak jadi diblok April 11, 2008
Posted by tia putri in opini.add a comment
wihh sempet sedikit emosi saat mbak kosku bilang multiply ikut di block. yang bener aja. mematikan kreativitas(positif lo) tuuu…. bayangkan!! org yang udah telanjur buat web,blog, tulisan2 lain di multiply bisa raib tak berbekas klo tiba2 ada pemblockiran multiply. wah gak kebayang deh keselnya kayak apa. apalagi jika para blogger itu udah lama jadi pengguna multiply.
ya ya ya… mungkin karena beberapa isu yang kurang sedap, pemerintah jadi berpikir untuk mengadakan pemblokiran thdp beberapa situs. sebut aja yang santer terdengar YOU TUBE, Multiply, friendster,dll. sempet bikin telinga jadi merah loh. menurutku pribadi mbok ya klo berpikir agak lama dikit. apa iya semua se\itus itu berbau negatif? ya memang semua itu ada sisi positif dan negatifnya. tergantung siapa yang pake. setahuku banyak banget orang yang pake media situs2 tsb untuk kegiatan positif (terutama multiply, FS, blogger). apa pemerintah cuma tahu yang negatif tok? apa kebetulan yang dibuka pas dapet yang negatif to? apa gak pernah dapat yang berbau enterpreneur dan semacam dakwah di internet? huaahhhh!!!
astagfirullah… jadi negatif thingking ni…
ST jadi Ir lagi??!! April 1, 2008
Posted by tia putri in opini.Tags: ergonomi, sarjana teknik, teknik industri
add a comment
Assalamualaikum….
Fiuuuhhh… akhirnya bias nulis juga. Kemarin-kemarin masih banyak sekali kegiatan yang sulit untuk diduakan, so banyak pula ide nulis yang tertelantarkan, dan bahkan hilang entah kemana. Setiap kali ada ide atau hal seru yang muncul di otak, selalu saja terkalahkan untuk hal lain yang lebih urgen. Sampai-sampai rasanya kepala ini mau meledak kebanyakan ide buat nulis tapi tak tersalurkan.
Nih sebenernya pas nulis ini juga rasa cape lagi nempel banget di badan, setelah seharian njaga ujian Autocad 2008 dan buat laporan praktikum RLE. Tapi daripada dibawa tidur dah sore bentar lagi magrib ya mending buat nulis deh…
Huuuaaa, jadi ngelantur kemana2. Ni lagi pengen berkhayal… eh bukan tapi berandai2… seandaianya ST berubah jadi Ir lagi…”
Ehmmm… pernah terpikir gak pengandaian itu? Inget gak mungkin dulu waktu kecil ditanya cita-cita mau jadi apa? Mungkin banyak yang jawab ingin jadi Insinyur…wah yang dulu pernah bercita-cita itu sekarang gak akan kesampaian kali ya.. coz Insinyur dah gak ada, diganti ST ( ini buat yang sarjana teknik).
Gak munafik, gelar insinyur di alam pikirku masih terkesan lebih… lebih oke, lebih elegan, lebih keren… pasti keren kalo 2010 (semoga, insyaallah,amieen) namaku jadi Ir. Gustitia Putri Perdana… WOWW…
BUT…. Boleh kita pikirkan. Ada pepatah bilang apalah arti sebuah nama. Nah kalo ini “apalah arti sebuah gelar” kalo tidak bias memberikan MANFAAT untuk sekitarnya. –can’t bring benefit for surround—
Apalah arti sebuah gelar kalo iman dan takwanya nol, kalo softskillnya tiarap, kalo gak punya kerjaan yang bonafid, kalo gak bias ngehargain waktu, kalo gak yang lain….
So….. mari terus berjuang untuk diri kita, dan orang2 disekitar kita agar nantinya bias saling memberi manfaat dari apa yang diberikan dan dimiliki. Jangan pernah malas melakukan suatu kebaikan, jangan malas untuk belajar, karena belajar bukan hanya textbook, banyak hal yang bias dipelajari dalam hidup, jangan sungkan untuk bertanya pada yang tahu kalo gak tahu,,,
AnD jadilah seperti ini: ….betapa indah pribadi yang penuh pancaran manfaat, bagai cahya matahari yang menyinari kegelapan, menjadikannya benih-benih,bermekaran tunas-tunas, merekahnyan bunga-bunga ditaman, hingga menggerakkan putaran roda kehidupan….